HADITH SHAHIH: PUASA ITU PERISAI.

May 31, 2017 in 1 Hari 1 Hadis, Artikel

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan dalam kitab ash-Shahiihain:

 

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ.

 

Terjemahan: “Puasa itu adalah perisai, jika suatu hari salah seorang di antara kalian dalam keadaan berpuasa, maka hendaknya dia tidak berkata kotor dan berteriak-teriak. Jika seseorang mencela dan mencacinya, hendaknya dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'”

Rujukan:

1. Shahih al-Bukhari (II/228) Kitaabush Shaum bab Hal Yaquulu innii Shaa-im.
2. Shahih Muslim (II/807) Kitaabush Shiyaam bab Fadhlu ash-Shiyaam.

Puasa merupakan pembina akhlak bagi muslim dari melakukan apa yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Apa yang dilarang? Seperti berkata-kata yang keji seperti mengumpat, berbohong bila berkata-kata, memandang benda yang haram seperti melihat wanita yang bukan mahram dengan bernafsu, membuat benda yang dilarang seperti mencuri, berjalan ke tempat maksiat. Dengan kata lain seluruh tubuh kita ini terpelihara dari melakukan apa yang Allah larang.

Oleh sebab itulah, puasa menjadi perisai atau benteng kita untuk neraka kerana puasa inilah yang melatih kesabaran manusia, sabar untuk menahan diri dari melakukan apa yang membatalkan dan mengurangi nilai pahala puasa. Dan ingatlah ganjaran pahala bagi orang-orang yang bersabar. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]